Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Tiga Gunung "Lapis-Lapis Keberkahan"

Gambar
Dua gunung yang pertama; Akhsyabain julukannya Seperti sebutan itu pula wujudnya; dua yang kokoh, pejal, dan keras. Bagai mempelai pengantin, keduanya menjulang tinggi dengan gagah dilatari pelaminan langit. Cahaya mentaripun melipir ketika bayang-bayangnya jatuh di hamparan pasir. Dinding gunung-gunung ini cadas berrona merah, menyesak ke arah Thaif dan Makkah. Angin gurun yang sanggup menerbangkan kerikil, seakan tak mampu mengusiknya walau secuil. Yang satu bernama Abu Qubais, sedang pasangannya Qa’aiqa’an. Adalah malaikat penjaga kedua gunung ini suatu hari digamit Jibril menyapa seorang lelaki yang berjalan tertatih di Qarn Al Manazil. Bekas darah yang merahnya mulai menua dan lengket masih tampak di kakinya. Ada yang bening berbinar sendu di sudut matanya. Wajah itu tetap cahaya meski awan lelah dan kabut duka memayungi air mukanya. Jelas beban berat menggenangi jiwanya, tapi kita nanti akan tahu, yang tumpah ruah tetaplah cinta. “Ya Rasulallah”, begitu kelak ‘Aisyah...

Startegi Pergerakan dan Perjuangan Politik

Gambar
Manhaj Haraki ialah langkah-langkah terprogram (manhajiah) yang ditempuh Nabi saw. dalam gerakan da’wahnya, semenjak kenabiannya sampai berpulang kepada Allah. Jika kita ingin agar gerakan Islam yang kita lakukan berjalan secara benar, kita harus melacak tahapan-tahapan pergerakan Rasulullah saw. langkah demi langkah serta mengikuti langkah-langkah tersebut. Firman Allah : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat “(al-Ahzab [33]: 21). Tidak diragukan lagi bahwa mengikuti langkah-langkah dan tahapan-tahapan da’wah ini adalah masalah  taabuddi . Jika kita mengikutinya, kita akan sampai kepada  mardhatillah . Selain itu, ia merupakan “panduan” bagi gerakan Islam dalam langkah politisnya guna mencapai sasaran menegakkan pemerintahan Allah di muka bumi. Manhaj haraki ini merupakan  taujih Rabbani  ‘arahan Ilahi’. Allah sajalah yang menuntun Nabi-Ny...

Mengapa Saya Ada ?

Pernah anda terfikir, mengapa manusia  wujud  di dunia ini? Untuk apa? Apa tujuan  hidup  manusia  di dunia ini? Ke mana kita akan pergi dan ke mana akhirnya kehidupan ini? Sebahagian orang ada yang memilih untuk tidak mahu pening-pening memikirkan pertanyaan di atas kerana  menganggap tiada kaitannya dengan kehidupan yang nyata. Hidup tanpa tujuan akan membuat hidup kita terasa hampa. Tanpa mengenal tujuan hidup, kehidupan ini menjadi sesuatu yang rutin dan membosankan. Manusia umumnya takut dengan sesuatu yang tidak diketahuinya.. Ada pula orang yang merasa memiliki tujuan hidup namun tujuan yang dipilihnya adalah salah. Misalnya yang paling sederhana, manusia biasanya takut atau sekurang-kurngnya tidak selesa berada di tempat gelap. Mengapa? Kerana di tempat gelap kita tidak dapat menguasai situasi. Kita tidak tahu ada apa di sekitar kita. Apakah ada sesuatu yang membahayakan kita atau tidak. Sehingga di tempat gelap kita selalu di...

ubah cinta, ubah jiwa, ubah dunia.”

Satu kata cinta Bilal: “Ahad!” Dua kata cinta Sang Nabi: “Selimuti aku..!” Tiga kata cinta Ummu Sulaim: “Islammu, itulah maharku!” Empat kata cinta Abu Bakar: “Ya Rasulallah, saya percaya..!” Lima kata cinta ‘Umar: “ Ya Rasulallah, ijinkan kupenggal lehernya!” Selamat datang di jalan cinta para pejuang. Apa yang berlarian di pikiran Anda ketika terletup kata ‘cinta’? Apakah kegilaan Qais pada Layla yang mengakhirkan kenestapaan? Atau roman klasik Romeo-Juliet yang jua ditutup dengan tragedi mengiris hati? Keduanya tampak indah dan romantis. Membekas di relung benak setiap pendengar kisahnya. Tetapi bukan ‘cinta’ jenis ini yang hendak kita diperjuangkan.  “Lalu tugas besar kita pun dimulai: ubah cinta, ubah jiwa, ubah dunia.” Itulah sebagian ketidaktepatan memadukan antara kebahagiaan dan cinta. Pemahaman mengenai cinta yang keliru kerap membuat umur cinta tidak tahan lama. Di jalan cinta para pejuang, kita hendak membina kesetiaan dan pengorbanan. Mengesa...